Dua Permata Tumbang
Sudah dua hari ini Abizar seperti tidak bersemangat. Tubuhnya makin kurus dan lemas. Setiap makanan masuk dalam mulutnya, muntah mengiringi. Aku dan ayahnya sampai sangat kawatir. Aku bahkan tidak masuk sekolah hari ini karena ingin memeriksakannya ke dokter.
Pagi tadi sekitar jam 7 pagi, kami ke rumah praktek dokter spesialis anak. Rumahnya tidak jauh dari rumahku.
Kata beliau Abizar radang tenggorokan, kemudian beliau meresepkan obat yang harus ditebus di apotek.
Karena pukul segitu apoteknya masih tutup, alhasil ayahnya saat jam istrahat kantor rela pulang untuk mengambilkan obatnya.
Setelah obatnya ditebus, ternyata obatnya sangat pahit sekali. Dan Abizar pun tak mau meminumnya. Ketika dipaksa, alhasil dia muntah cukup banyak. Kami heran sekali kenapa anak usia tiga tahun diresepkan obat yang sangat pahit.
Setelah ku searching di google, aku tau bahwa itu adalah antibiotik dan termasuk obat keras. Akhirnya kami memutuskan untuk tidak lagi meminumkan obat itu. Dan berikhtiar dengan madu, extrafood dari HNI, vitamin dan amunisi herbal lainnya.
Saat malam tiba, ternyata adiknya, Nabil juga menyusul demam. Ayahpun memberikan obat, dan hasilnya diapun muntah. Nabil memang sedikit sulit minum obat, bahkan ketika rasa obatnya manis sekalipun.
Ah, anak-anakku. Semoga Allah melindungi kalian berdua. Menyembuhkan dan mengangkat segala penyakit yang kalian derita. Aamiin ❤
Ps : photo diambil saat didepan rumah praktek dokter spesialis anak.
Komentar
Posting Komentar